STAR Insight, Market Update 29 August 2022

The fed tidak sesuai ekspektasi, saham AS berguguran

Sebelum Jerome Powell (The Fed) menyampaikan pidatonya pada Jumat 26/08, pasar saham Amerika Serikat S&P 500 mengalami peningkatan sebesar +1.7% dalam 2 hari. Peningkatan ini kemudian surut setelah pernyataan The Fed bahwa tingkat suku bunga akan tetap dipertahankan pada level yang tinggi. Hal ini berlawanan dengan ekspektasi market yang memperkirakan bahwa suku bunga akan mulai mereda. Pada hari terakhir perdangangan pekan lalu, saham – saham AS berguguran, mengakibatkan koreksi tajam pada S&P 500 sebanyak -3.37%, setelah pernyataan Fed disiarkan. Secara kumulatif, performa indeks S&P 500 mengalami penurunan sebanyak -1.94% sepanjang pekan lalu.

Harga minyak tinggi mendorong kelangkaan BBM subsidi

Minggu lalu dilakukan diskusi mengenai kenaikan BBM subsidi. Ada tiga opsi yang dipertimbangkan hingga keputusan diambil, antara lain: 1) opsi untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi dengan meningkatkan anggaran energi subsidi – kemungkinan kecil; 2) mengontrol volume Pertalite dan Solar yang dikonsumsi; dan 3) menaikkan harga BBM bersubsidi. Jika harga BBM bersubsidi dipertahankan pada level saat ini, pemerintah harus menyediakan tambahan Rp198 triliun untuk anggaran energi. Ini melampaui anggaran Rp502,4 triliun yang tercantum dalam Perpres/98 2022. Subsidi untuk cadangan energi dalam negeri mungkin lebih besar dengan harga minyak yang lebih tinggi belakangan ini disebabkan oleh komentar pejabat OPEC+ mengenai kemungkinan pengurangan produksi minyak pada pertemuan September.

Kenaikan suku bunga jadi langkah preventif BI untuk melawan laju inflasi

Bank Indonesia (BI) akhirnya memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 0.25% menjadi 3.75%. Keputusan kenaikan suku bunga setelah 17 bulan berturut mempertahankan suku bunga di 3.5% ini disebut sebagai langkah forward looking untuk memitigasi risiko peningkatan inflasi dan ekspektasi inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi dan inflasi pangan, serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah. Kebijakan ini merupakan sinyal kepada pelaku pasar modal bahwa risiko inflasi masih akan ada dalam waktu dekat.

Key Takeaways:

Pasar Amerika Serikat terus kembali ditutup melemah, terdampak dari pernyataan Jerome Powell yang berlawanan dengan ekspektasi market yang memperkirakan bahwa suku bunga akan mulai mereda. Di pasar lokal, ada 3 opsi perihal BBM subsidi dan perkiraan untuk cadangan energi dalam negeri mungkin lebih besar dengan harga minyak yang lebih tinggi belakangan ini disebabkan komentar pejabat OPEC+ mengenai kemungkinan pengurangan produksi minyak pada pertemuan September. BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 0.25% menjadi 3.75%. sebagai langkah preventif untuk menahan laju inflasi dan risiko peningkatan inflasi.

ANALYSTS CERTIFICATION

The views expressed in this research report accurately reflect the analysts’ personal views about any and all of the subject securities or issuers; and no part of the research analyst’s compensation was, is, or will be, directly or indirectly, related to the specific recommendations or views expressed in the report.

DISCLAIMERS

This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendations contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Surya Timur Alam Raya or its affiliates may seek or will seek investment or other business relationships with entities in this report.