STAR Insight, Market Update 26 September 2022

The Fed menaikkan suku bunga, S&P 500 kembali ditutup merah

Pasar saham Amerika Serikat S&P 500 kembali mengalami penurunan dua minggu berturut-turut sebanyak -4.65% sepanjang pekan lalu. Seluruh sektor di S&P 500 ditutup merah, dengan penurunan terbesar pada sektor energi sebesar -9% pada pekan lalu. Penurunan ini disebabkan oleh The Fed yang mengumumkan untuk menaikkan suku bunga sebesar 0.75% ke level 3.25%. Kenaikan suku bunga diharapkan oleh pembuat kebijakan dapat meredakan tingkat inflasi di Amerika Serikat. Para investor berekspektasi suku bunga AS masih akan ditingkatkan hingga ke level 4% pada akhir tahun ini.

Guna menahan laju inflasi, BI menaikan suku bunga BI menjadi 4,25%

Pekan lalu, Bank Indonesia mengumumkan peningkatan BI7DRR sebesar 0.50% pada pertemuan 22 Sep – menggeser suku bunga menjadi 4.25% (sebelumnya: 3.75%). Ini diambil sebagai langkah untuk menjaga laju inflasi. Meskipun dilakukan pengetatan, kredit masih bertumbuh sebesar +10.62% y-y (sebelumnya: +10.71%), didukung oleh semua jenis kredit dan sebagian besar sektor ekonomi. Dari sisi harga, BI memperkirakan inflasi akan sedikit di atas 6% sampai dengan akhir tahun 2022. Kami memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 0.25% lagi tahun ini, tetapi tidak menutup kemungkinan akan ada kenaikan lanjutan yang mengacu pada proyeksi kenaikan suku bunga The Fed.

Uni Eropa menerbitkan pedoman baru mengenai batu bara Rusia

Sekelompok negara Uni Eropa menolak pedoman baru dari eksekutif Uni Eropa (UE) yang mereka khawatirkan akan melemahkan sanksi dan dapat memungkinkan negara untuk mengangkut komoditas utama Rusia seperti batu bara secara global. Pedoman baru dari Komisi Eropa, badan eksekutif blok tersebut, mengatakan bahwa transfer barang-barang tertentu, termasuk batu bara dan produk-produk terkait, “harus diizinkan untuk memerangi pangan dan energi.” Relaksasi terhadap sanksi batu bara Rusia dapat menyebabkan harga batu bara menjadi turun.

Key Takeaways:

Pasar saham Amerika kembali mengalami penurunan sebanyak -4.65%. Hal ini disebabkan oleh The Fed yang kembali menaikan suku bunga sebesar 0.75% ke level 3.25%. Hal ini diharapkan dapat meredakan tingkat inflasi di AS yang masih diangka 8.26%.

Di dunia internasional, beberapa negara Uni Eropa menolak pedoman baru dari para eksekutif Uni Erope yang bisa melemahkan sanksi kepada Russia dan membuka peluang negara untuk mengangkut komoditas dari Russia seperti batu bara. Hal ini ditolak mengingat jika sanksi batu bara diringankan maka harga batu bara dunia akan menjadi turun.

Langkah yang sama juga diikuti oleh Bank Indonesia yang menaikan tingkat suku bunga acuan BI7DRR sebesar 0.50% menjadi 4.25%. Walaupun begitu, tingkat pertumbuhan kredit di Indonesia masih bertumbuh +10.62%, sedikit menurun dari +10.71% di periode sebelumnya. Untuk kedepannya kami berekspektasi akan ada kenaikan suku bunga acuan sebesar 0.25% sampai akhir tahun.

ANALYSTS CERTIFICATION

The views expressed in this research report accurately reflect the analysts’ personal views about any and all of the subject securities or issuers; and no part of the research analyst’s compensation was, is, or will be, directly or indirectly, related to the specific recommendations or views expressed in the report.

DISCLAIMERS

This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendations contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Surya Timur Alam Raya or its affiliates may seek or will seek investment or other business relationships with entities in this report.