Inflasi AS Dilaporkan 3.2% pada Bulan Juli

Inflasi AS Dilaporkan 3.2% pada Bulan Juli

Pasar saham Amerika Serikat S&P 500 ditutup turun sebanyak -0.31% sepanjang perdagangan pekan lalu. Laporan inflasi menunjukkan bahwa indeks harga konsumen (CPI) sedikit naik ke level 3.2%, dibandingkan 3% pada bulan Juni. Meski demikian, gambaran keseluruhan menunjukkan perlambatan inflasi. Menurut ekonomis RSM US LLP, Joe Brusuelas, angka inflasi ini mendukung ekspektasi penghentian sementara suku bunga The Fed untuk September nanti dan merupakan kabar ekonomi yang baik mengingat level inflasi tahun lalu. Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar memprediksi dengan 88% keyakinan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan selanjutnya di bulan September. Selain itu, alasan lainnya untuk penurunan pasar minggu ini adalah penurunan pada sektor teknologi ditengah valuasi yang dianggap tinggi.

PDB Indonesia Meningkat Jadi 5.17% pada 2Q23

Laporan PDB untuk kuartal kedua tahun 2023 menunjukkan momentum pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Tingkat pertumbuhan PDB meningkat menjadi 5.17% secara tahunan (YoY), melampaui ekspektasi dan kuartal sebelumnya, masing-masing 5% dan 5.04%. Konsumsi pribadi mengalami peningkatan signifikan pada 5.23% YoY, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya pada 4.54%. Perayaan Lebaran berkontribusi terhadap kenaikan ini. Kenaikan konsumsi pribadi didorong oleh peningkatan pengeluaran untuk pakaian, pendidikan, perawatan kesehatan, dan aktivitas rekreasi. Konsumsi pemerintah juga mengalami pertumbuhan yang signifikan, mencapai 10.6% YoY, dibandingkan kuartal sebelumnya pada 3.45%, didorong oleh pengeluaran fiskal. Pertumbuhan investasi mengalami pertumbuhan sebesar 4.6% YoY, didorong oleh pembangunan infrastruktur seperti jalan dan irigasi. Seiring dengan kebijakan Bank Indonesia yang menekankan pada pertumbuhan dan stabilitas nilai tukar Rupiah, pelaku pasar masih melihat BI untuk mempertahankan suku bunga di 5.75% hingga akhir tahun ini.

Cadangan Devisa Juli Naik ke $137.7 miliar

Cadangan Devisa untuk bulan Juli mengalami peningkatan untuk pertama kalinya dalam empat bulan, mencapai $137.7 miliar dibandingkan dengan $137.5 miliar pada bulan Juni. Jumlah ini setara dengan enam bulan impor dan pembayaran utang valuta asing. Namun, kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh penggunaan agresif dari swap valuta asing (FX swaps). Pemanfaatan FX swaps pada bulan Juli mencapai $3.22 miliar, menandai level penggunaan tertinggi sejak tahun 2020. Penting untuk dicatat bahwa dengan inflow melalui FX swaps mengindikasikan potensi aliran keluar dari FX swaps di masa depan.

Key Takeaways

Pasar saham Amerika Serikat S&P 500 ditutup turun sebanyak -0.31% sepanjang perdagangan pekan lalu. Laporan inflasi menunjukkan bahwa indeks harga konsumen (CPI) sedikit naik ke level 3.2%, dibandingkan 3% pada bulan Juni. Meski demikian, gambaran keseluruhan menunjukkan perlambatan inflasi. Menurut ekonomis RSM US LLP, Joe Brusuelas, angka inflasi ini mendukung ekspektasi penghentian sementara suku bunga The Fed.

Laporan PDB untuk kuartal kedua tahun 2023 menunjukkan momentum pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Tingkat pertumbuhan PDB meningkat menjadi 5.17% secara tahunan (YoY), melampaui ekspektasi dan kuartal sebelumnya, masing-masing 5% dan 5.04%. Pelaku pasar masih melihat BI untuk mempertahankan suku bunga di 5.75% hingga akhir tahun ini.

Cadangan Devisa untuk bulan Juli mengalami peningkatan untuk pertama kalinya dalam empat bulan, mencapai $137.7 miliar dibandingkan dengan $137.5 miliar pada bulan Juni. Jumlah ini setara dengan enam bulan impor dan pembayaran utang valuta asing.

ANALYSTS CERTIFICATION

The views expressed in this research report accurately reflect the analysts’ personal views about any and all of the subject securities or issuers; and no part of the research analyst’s compensation was, is, or will be, directly or indirectly, related to the specific recommendations or views expressed in the report.

 

DISCLAIMERS

This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. Contents in this research is intended to be used and must be used for informational purposes only. It is very important to do your own analysis before making any investment based on your own personal circumstances. You should take independent financial advice from a professional in connection with, or independently research and verify, any information that you find on our report and wish to rely upon, whether for the pur-pose of making an investment decision or otherwise. Any recommendations contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Surya Timur Alam Raya or its affiliates may seek or will seek investment or other business relationships with entities in this report.