STAR Asset Management dan Bank Sinarmas Prioritas Gelar Market Update serta Perkenalkan Produk Reksa Dana Unggulan

Jakarta – STAR Asset Management bersama Bank Sinarmas Prioritas menggelar acara market update sebagai upaya memberikan wawasan terkini tentang kondisi pasar keuangan sekaligus memperkenalkan produk reksa dana unggulan bagi nasabah prioritas.

Dalam forum tersebut, STAR Asset Management memperkenalkan dua produk utama, yakni STAR Stable Income Fund dan STAR Infobank15, yang masing-masing dirancang untuk menjawab kebutuhan beragam profil investor di tengah dinamika pasar.

STAR Stable Income Fund ditawarkan seiring meningkatnya minat investor ritel terhadap instrumen berprofil risiko rendah hingga menengah. Fenomena ini terjadi setelah volatilitas melanda pasar saham global pada kuartal pertama 2025, yang membuat banyak investor lebih selektif dalam memilih instrumen. Dengan menawarkan potensi imbal hasil yang relatif stabil, produk ini dinilai sesuai bagi mereka yang ingin menjaga nilai portofolio dari gejolak harga pasar.

Sementara itu, STAR Infobank15 mengacu pada indeks Infobank15, yang berisi 15 saham perbankan dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi. Indeks ini dikembangkan bersama PT Info Artha Pratama, penerbit Majalah Infobank, dan dianggap sebagai salah satu indikator yang mencerminkan kekuatan sektor perbankan nasional.

Bank Sinarmas sendiri baru saja memperkuat layanan dengan menghadirkan kantor cabang prioritas di awal 2025. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen dalam memberikan pelayanan eksklusif, termasuk akses terhadap produk investasi berkualitas. “Kami berkomitmen untuk menghadirkan berbagai kemudahan dan kenyamanan transaksi serta produk investasi unggulan bagi nasabah prioritas,” ujar Frenky Tirtowijoyo, Direktur Utama Bank Sinarmas.

Kerja sama antara STAR Asset Management dan Bank Sinarmas telah berlangsung sejak tahun 2020 dan terus diperkuat melalui beragam inisiatif. Acara market update ini menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi strategis dalam mendukung nasabah mengambil keputusan investasi dengan lebih baik, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap peraturan Otoritas Jasa Keuangan.